FROM FOREST TO BE SOMETHING – DE OAK RESTO & BAKERY

0
20

Apa yang anda bayangkan ketika melihat gambar diatas? Syukuran atau Pesta ? Yak, dua-duanya tidak salah, karena saya sedang berada di acara Grand Launching De Oak Resto and Bakery.

Acara yang di gelar pada hari Minggu, 28 September 2014 kemarin ini menyuguhkan beberapa makanan dan konsep acaranya pun lumayan menarik meskipun ada sedikit kendala.

Dan..seperti biasa, undangan yang hadir di acara Grand launching ini dihadiri oleh tamu terdekat sang pemilik resto.

Seperti keluarga besar, sahabat, rekan bisnis dan juga guest list (by reference). Momen-momen seperti inilah sangat baik untuk membina hubungan agar semakin dekat lagi.

Mulailah saya melihat-lihat disekitar area De Oak Resto and Bakery. Tatatan di dalam ruangan ini tertata apik. Makin membuat mata saya nyaman dan juga saat melihat sajian yang disediakan hari itu. Hmmm yummy deh..

Hari itu saya datang sekitar pukul 15.40 pm, karena saya dijanjikan oleh pak Angga, sebagai Manager Operasional De Oak untuk memotret menu spesial yang akan tampil di liputan saya ini. Tetapi, sangat disayangkan karena saya tidak mengkonfirmasi ulang, jadilah menu spesialnya tidak bisa keluar sore itu dan diputuskan kembali akan disiapkan pukul  18.00. Akhirnya saya memotret makanan yang sudah tersedia untuk tamu undangan saja, seperti burger mini diatas. Tampak lucu dan imut-imut yah..

Selain itu beberapa barisan roti yang  berada di atas meja coklat.

Sambil menunggu waktu, sayapun pindah keluar ruangan dan mengabadikan beberapa hidangan untuk tamu-tamu special.  Disinilah lokasi tamu yang mendapatkan undangan resmi dari sang owner.

Saat saya kembali duduk , muncullah si adhit (foto kedua dari kanan) salah satu karyawan De Oak Resto and Bakery yang meminta untuk difoto. Alhasil beberapa karyawan disana sepertinya tidak mau melewatkan kesempatan sesi foto-foto ini. Pada narsis semuanya nih.. dannn inilah sekumpulan orang-orang yang menjadikan acara pada hari itu lancar.

Setelah sesi foto, saya dikagetkan oleh salah satu dari mereka, ternyata ada lho yang pintar sulap, dia didaulat akan perform di acara malam itu, tapi sayangnya saya tidak bisa menyaksikan atraksinya, keburu pulang.

Setelah saya diperlihatkan sedikit trick sulap tadi, saya kemudian naik ke lantai atas. Saya pun kagum dengan suasana disini, yang semula kesan roof top nya biasa-biasa saja ternyata sangat cozy lho.

Hari semakin malam dan kemudian suasana menjadi romantis dengan candle light-nya, cocok untuk muda-mudi yang mencari suasana untuk ngobrol-ngobrol ringan. Ketika saya melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukkan jam 18.00, itu artinya saya harus menemui pak Angga untuk food photo session. Yeay !!

Sesampainya di bawah, saya menanyakan kembali, dan….ternyata menu-menu special yang dijanjikan sore tadi dan bisa tersaji jam 18.00 akhirnya resmi gagal saya abadikan. Dengan sedikit rasa kecewa sayapun juga tidak mengiyakan tawaran untuk schedule ulang, dikarenakan schedule untuk Hunting Kuliner beberapa hari kedepan juga cukup padat. Disinilah yang perlu kita ketahui adalah rasa saling menghargai. Dimana sebagai media, bisa menghadirkan menu-menu andalan resto atau tempat makan untuk diinformasikan ke public adalah tujuan utamanya, apalagi munculnya disaat momen seperti ini. Dan bagi para pemilik resto pasti berharap dapat mengenalkan secara luas produknya melalui berbagai macam media. Tapi apapun itu alasannya, the show must go on =)

Setelah itu acarapun dibuka dan dimulai dengan sambutan dari pemilik resto yang bernama Bapak Richard. Dalam sambutannya beliau mengenalkan apa itu De Oak, filosofi Oak sendiri adalah pohon yang tumbuh di belahan utara yaitu di benua Eropa dan Amerika. Yang saya tangkap disini esensi daripada pohon Oak yaitu memberikan kenyamanan bagi pengunjung disini.

Berada di lahan seluas kurang lebih 1600 m2, dibangunlah sebuah restoran yang nyaman dengan desain yang membuat mata anda terasa sejuk dan indah dipandang, tentu saja bagi yang suka hangout bareng-bareng dijamin pasti betah deh… Padahal dulunya ini area ini adalah lahan “hutan kota”. That’s awesome owner. Great Job sir!

Beruntung saya memesan menu andalan (yang juga disampaikan oleh sang owner dalam sambutannya) dan ini dua hari sebelum acara digelar, saya memang sudah ancang-ancang  jikalau menu-menu yang lain tidak sempat saya foto. Menu yang saya pesan ini seharga Rp. 17.500,- ini namanya Rawon pasta, Yah, pasta yang disajikan dengan kuah rawon terpisah ini membuat saya makin penasaran,bagaimana rasanya. Keberanian sang master recipe dalam hal mengawinkan rasa barat dan timur ini patut saya acungi jempol, namun ketika saya cicipi, saya sendiri lebih memilih memakannya pakai nasi, well mungkin lidah saya masih butuh penyesuaian..hehehe

Untuk minumannya saya memilih noodle jelly drink ice. Minuman seharga Rp. 18.000,- ini ternyata punya cerita unik foodhunters, menurut sang owner ada pelanggan yang menikmati menu ini sampai menggunakan sumpit, hmmm, saking bingungnya atau memang kebiasaan tuh yah… saya rekomendasikan deh menu yang satu ini, rasanya manis dan segar cocok untuk cuaca Surabaya yang so Hot hot pop :).

Malam itu, disina saya ditemani oleh partner saya yaitu Essa, disini dia bertugas mengabadikan beberapa momen di luar. Ada juga cerita lucu disini, terutama sajian kelapa muda ini, saya sempat melihat tamu yang mengambil dengan mangkoknya sekalian, entah ketidaktahuannya atau gara-gara tidak ada yang memberikan contoh jadi langsung saja “disikat”.  hahahaha

Sementara itu di tempat pastry yang hari itu juga di buka, langsung diserbu para tamu untuk membeli beberapa item kue.

Seperti Kepang chocochip ini yang hamper ludes diborong.

Atau kue kering  puff straw ini yang terpacking cukup rapi bersama teman-temannya.

Tempat ini makin malam memunculkan aura romantisme nya, diiringi oleh band yang mengisi acara malam hari itu degan tema akustik membuat saya terlena dengan waktu. Lagu-lagu yang slow membuat malam semakin indah.

Sembari menikmati lagu-lagu yang dinyayikan, saya sendiri pun menikmati dengan bermain game yang lagi popular saat ini Get Rich =)

Semakin malam  dan akhirnya saya adalah tamu terakhir yang belum mengisi daftar hadir malam itu. Ternyata saya masih beruntung mendapatkan souvenirnya, yang berupa tanaman yang terbuat dari cokelat. Thank’s mas bro Adhit sudah mengamankan souvenir saya :).

Dengan ini juga selesai sudah saya meliput acara ini, jika ada hal-hal yang dirasa kurang dalam penyampaian informasi, saya meminta maaf. Informasi yang kami berikan adalah apa adanya. Terima kasih sudah menjadi pembaca setia huntingkuliner.com. See you on next coverage.

Anton Mahaputra

:::::keep in touch:::::

follow ig @huntingkuliner

Fanpage huntingkuliner

Foodhunters Comments